Melewati Berbagai Musim di Hidup Kita

Saturday, December 11, 2010

Ada seorang pria yang memiliki empat anak. Pada suatu hari ia mengutus masing-masing dari mereka pada suatu pencarian, secara bergiliran, untuk pergi dan melihat sebuah pohon pir yang besar yang jaraknya jauh dari sana.
Anak pertama pergi pada waktu musim dingin.
Anak kedua pergi di musim semi.
Yang ketiga pergi di musim panas.
Dan putra bungsu pergi pada musim gugur.
Ketika mereka semua sudah pergi dan kembali, dia memanggil mereka semuanya untuk menggambarkan apa yang mereka lihat.
Anak pertama mengatakan bahwa pohon itu jelek, bungkuk, dan terpelintir.
Putra kedua mengatakan bahwa bukan seperti itu, tetapi pohon itu tertutupi dengan kuncup hijau dan penuh tunas;
Anak ketiganya tidak setuju juga. Pohon itu sarat dengan bunga yang berbau begitu manis dan terlihat sangat indah, dan itu adalah hal yang paling anggun yang pernah dilihatnya.
Dan anak yang terakhir tidak setuju dengan mereka semua, ia mengatakan bahwa pohon itu matang dan melorot karena buah, dan sangat penuh dengan kehidupan.
Ayah mereka kemudian menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa mereka semua benar, karena mereka telah saling melihat tapi hanya pada satu musim saja.
Dia mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak bisa menilai suatu pohon, atau seseorang, dengan hanya melihat pada satu musim saja.
Jika kita menyerah pada waktu musim dingin, kita akan melewatkan waktu kita di musim semi, keindahan musim panas, dan fulfillment kita di musim gugur.
Nilai moral yang dapat kita ambil dari cerita ini :
   1. Jangan biarkan rasa sakit pada suatu waktu menghancurkan seluruh hidup kita.
   2. Jangan menge-judge kehidupan kita dari sebuah kesulitan dalam hidup kita.
   3. Tetap tekun melewati masa-masa sulit kita dan percayalah bahwa semuanya itu akan  berubah dan juga mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik. :-)

0 comments:

Post a Comment